PEMBINAAN USIA MUDA


Prestasi mengejutkan timnas U16 era Fakhri Husaini menjuarai AFF dan tampil mengesankan di AFC dengan mengalahkan Iran 2-0 serta lolos dari fase group meski harus kalah oleh Australia dibabak selanjutnya. Hal ini, harus menyadarkan kita bahwa pembinaan usia muda harus sangat dirawat dan diperhatikan. Banyak faktor yang harus dilaksanakan agar anak-anak muda berbakat ini tetap terjaga dan terasah bakatnya. Sejauh ini, PSSI sudah meluncurkan buku berjudul Filosofi Sepak bola Indonesia (Filanesia) pada awal November lalu. Harapannya, kurikulum tersebut akan menjadi acuan para pelatih-pelatih sepak bola usia muda di seluruh negeri. PSSI pun memperbanyak kursus kepelatihan sepak bola, mulai dari level D nasional hingga level A AFC. Liga Elite Pro Academy U16 - U19, dan yang paling teranyar PSSI bekerja sama dengan SuperSoccer dengan mengirim pemain-pemain muda pilihan yang tergabung dalam program Garuda Select yang diterbangkan mengikuti program latihan di Eropa.

Namun hal-hal tersebut dinilai masih kurang untuk memajukan sepakbola negeri ini apabila beberapa faktor yang lain tidak diperhatikan, seperti infrastruktur, kualitas kompetisi, dan pembentukan akademi klub.

Infrastruktur
Kemampuan finansial klub yang belum cukup mapan untuk memiliki stadion sendiri membuat klub-klub di Indonesia meminta bantuan Pemerintah untuk mengucurkan dana. Pemerintah lebih suka membangun stadion namun tidak dilengkapi beberapa lapangan sepakbola untuk tempat latihan dan perkembangan usia dini, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Kualitas Kompetisi
Kompetisi Liga 1 Indonesia masih jauh dari kata bagus, jadwal yang tidak disesuaikan dengan kompetisi timnas, lnternational Break, sering terdapat laga tunda, dan jadwal yang tidak jelas kapan Liga dimulai dan kapan Liga berakhir. Kompetisi usia muda yang paling penting adalah bersifat reguler dan jangka panjang. Kompetisi berbentuk liga jangka panjang yang dimainkan di akhir pekan jauh lebih baik karena yang paling dibutuhkan anak-anak muda adalah waktu bermain. Berlatih sesuai kebutuhan di hari-hari biasa (dan bersekolah), lalu bermain di akhir pekan.

Akademi Klub
Klub peserta Liga 1 seharusnya memiliki akademinya sendiri setidaknya mulai dari U10 - U23. Hal ini sangatlah penting untuk perkembangan usia muda karena mereka akan berlatih rutin sejak muda, dan dipantau langsung oleh klub. Pembentukan akademi ini bisa menjadi jalan dan lahan pembentukan talenta-talenta muda, dan klub dapat menikmati talenta-talenta ini dikemudian hari seperti la masia di Barcelona.

Apabila ketiga hal ini turut diperhatikan baik oleh PSSI maupun pihak klub itu sendiri bukan tidak mungkin Indonesia akan memproduksi talenta-talenta yang unggul dan profesional. Stadion milik sendiri sangatlah penting untuk penunjang klub memiliki akademinya sendiri. Klub dengan bebas mengatur segala fasilitas, dan financial mereka tanpa harus ada campur tangan izin dari pemerintah. Hal ini harus segera dilakukan mengingat klub-klub profesional eropa pun memiliki stadionnya sendiri dan mengembangkan klub serta akademinya secara profesional. Juga dapat berpengaruh ke dalam kualitas timnas Indonesia dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar