LESTARIKAN PASAR TRADISIONAL


Pasar Tradisional masih menjadi primadona bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Selain harga yang terjangkau di pasar tradisional masih terdapat tawar menawar harga.

Tak hanya nnasyarakat ekonomi ke bawah mungkin masyarakat ekonomi ke atas pun masih berbelanja kebutuhan pokoknya di pasar tradisional. Oleh karena itu, pasar tradisional haruslah tetap dijaga dan dilestarikan. Selain membantu perekonomian mikro masyarakat kecil menengah pasar tradisional pun sangat digemari karena harganya yang terjangkau.
Salah satunya adalah Pasar Ular Jakarta Utara. Pasar Ular bukanlah pasar yang banyak ularnya atau pasar yang menjual ular. Tenang saja karena pasar ini bukanlah pasar yang menjual beragam aneka ular.

Pasar Ular atau dikenal dengan sebutan Paul merupakan tempat jual-beli barang impor di tepi utara Jakarta. Menurut desas desus warga sekitar, ada dua alasan mengapa dinamakannya Pasar Ular guys.

Yang pertama, katanya sebelum dibangun menjadi pasar tempat ini adalah tanah yang banyak pepohonan dan berawa-rawa jadi tidak heran kalau banyak hewan melata yang hidup di sana. Menurut gosip yang kedua sih katanya di pasar ini toko-tokonya sangatlah banyak dengan jalanan sempit yang meliuk-liuk seperti ular.

Pasar yang menjual berbagai macam pakaian, sepatu, celana impor bermerk. Namun bukan barang original yang dijual justru barang-barang kualitas KW sampai Grade Ori. Memang harga yang dijual cukup murah dengan kualitas yang bukan originalnya. Namun, di Pasar Ular harus pintar-pintar menawar dan mengetahui perbedaan antara barang KW atau Grade Ori. Kalau kalian bisa membedakannya, kalian bisa dapat barang kualitas Grade Ori dengan harga setara barang KW guys. Di pasar ini pun harus pintar nawar guys karena pedagang disini biasanya menembak harga karena tidak ada harga yang tertera dibarang tersebut.

Menurut Dio salah satu pedagang sepatu di Pasar Ular bahwa barang-barang yang dijual di Pasar Ular merupakan barang impor dan kualitasnya yang tidak ori membuat barang disini menjadi murah "Kebanyakan dari Vietnam tapi sekarang masuk juga dari Thailand mas, rata-rata sih kualitasnya KW sampai Grade Ori jadi murah mas." Dio menambahkan kalau pembeli disini biasanya pintar nawar dan tau kualitas sepatu yg bagus. "Pada tau mas mana yang bagus mana yang KW banget, kalau tau yaa dia untung harganya dari sini murah tapi dapet kualitas yang bagus." ucap Dio.

Pasar Ular sendiri terletak di Jalan Plumpang, Yos Sudarso, Jakarta Utara dan buka setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 7 malam. Hampir setiap golongan ekonomi dari yang paling bawah sampai menengah ke atas pun datang kesini demi membeli barang dengan harga yang murah.
Kebersihan dan kenyamanan pasar tradisional harus semakin ditingkatkan agar pasar tradisional tetap terjaga dan tidak akan sepi pembelinya.

(MUHAMMAD IMAM BIRAWA/POLITEKNIK NEGERI JAKARTA)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar