![]() |
| foto source : indosport.com |
Indonesia patut berbangga karena banyak sekali pemain keturunan Indonesia yang main di top liga eropa ngebet ingin segera membela timnas Indonesia
Nama-nama macam Sandy Walsh, Jordy Tutuarima, Darren Sidoel, Keziah Veendorp secara terang-terangan ingin segera dinaturalisasi oleh PSSI. Tak hanya itu, nama-nama tenar pemain asing di liga 1 pun ingin segera dapat membela tim nasional Indonesia, seperti Mark Klok dan Fabiano Beltrame yang proses naturalisasinya sudah hampir rampung.
Menariknya nama-nama pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga top eropa tidak ada yang masuk proses naturalisasi oleh PSSI padahal mereka jelas-jelas ingin bergabung membela Indonesia. Justru pemain-pemain liga 1 yang banyak dinaturalisasi oleh PSSI, seperti Beto, Otavio Dutra, Guy Junior, Osas Saha, dan yang sedang proses naturalisasi Mark Klok, dan Fabiano Beltrame.
Hal ini patut kita curigai, memang nama-nama yang dinaturalisasi maupun yang sedang proses sudah tinggal di Indonesia dalam kurun waktu yang lama. Tetapi dari nama-nama diatas cuman Mark Klok yang umurnya masih dibawah 30 tahun. Artinya, dari nama-nama yang ingin dinaturalisasi PSSI hanya bisa berkontribusi buat timnas cuman 3-5 tahun itu juga kalau permainan mereka bagus dan bisa berkontribusi buat timnas. Dibandingkan dengan pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga top eropa sih jauh umurnya, mereka masih pada muda dan pengalaman bermainnya udah setara Eropa. Kok, gitu ya? Jangan-jangan nih pemain yang dinaturalisasi PSSI cuman akal-akalan aja buat klub liga 1 nambah slot pemain asing.
Berdasarkan UU No 12 tahun 2006, sejumlah syarat harus dipenuhi orang asing yang ingin memiliki warga negara Indonesia, salah satu syaratnya ialah mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah Negara Indonesia paling singkat 5 tahun berturut-turut dan paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut. Harus diingat juga Indonesia merupakan negara yang menganut azaz kelahiran ius sanguinis, yaitu azaz kelahiran yang berdasarkan kewarganegaraan karena pertalian darah.
Lagian buat apa sih naturalisasi kalau pemain Indonesia pun bisa bersaing diranah Asia, tapi bukan berarti pemain naturalisasi tidak bagus dan tidak cinta Indonesia. Indra Sjafri pernah bilang kalau di timnasnya dia tidak perlu pake pemain naturalisasi karena banyak pemain Indonesia juga yang berpotensi asal pembinaan mudanya jelas dan terorganisir secara baik dan benar.

alt="Photo Profile" />

☺️☺️☺️
BalasHapus