WIJI THUKUL : MUSUH ORDE BARU


Kau adalah pria berkepala batu. Pemimpi keras era orde baru. Bulat sudah niat tekadmu. Tiada yang bisa menghentikanmu.

Wiji Thukul namamu. Seorang buruh, sastrawan, dan aktivis demokrasi saat itu.
Thukul mengupas kehidupan rakyat kecil yang hidup di bawah kepemimpinan otoriter pada masa Orde Baru melalui puisi.

Bagimu puisi adalah media yang mampu menyampaikan permasalahan rakyat kecil dan juga bagi kaum tertindas di masa Orde Baru. Tubuhmu kurus, tapi namamu sempat membuat Orde Baru ketar-ketir karena puisi dan kata-katamu. Kau dijadikan musuh karena keberanianmu menyuarakan kebenaran dan kritik terhadap pemerintah akan pahitnya kemiskinan dan penderitaan.

"Apa guna punya ilmu tinggi, kalau hanya untuk mengibuli."
"Apa guna banyak baca buku, kalau mulut kau bungkam melulu."

Suaramu adalah suara akar rumput di bawah kekuasaan yang memiskinkan. Suaramu lantang menyuarakan kebenaran, kau tak pernah takut kata-katamu seperti peluru. Kau tumbuh dalam didikan sastra dan budaya secara otodidak dan mandiri. kau sadar bahwa karya sastra bisa membuat cemas pemerintah saat itu.

Namun, jejakmu tak lagi diketahui sejak mei 1998. Hingga kemudian hilang tak tahu kemana hingga hari ini. Thukul tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi maupun pengekangan di NKRI ini, melainkan berpendapat melalui puisi. Namun, hak hidupmu dibuat mati. Kau telah menjadi korban praktik penghilangan orang. Lewat jalan panjang dan berdarah, Thukul mendobrak pintu kebebasan berbicara. Kau mungkin telah menghilang, tapi namamu kan selalu dikenang dan bara api pada kata-katamu tak kunjung padam.


1 komentar: